The billionaire Movie


Film Billionaire adalah salah satu film yang sangat menginspirasi bagi saya dan mungkin beberapa orang yang telah menontonnya. Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang awalnya pecandu game online yang keluarganya terlilit hutang sangat banyak berubah menjadi pengusaha rumput laut terkenal di Thailand dan mungkin dipuluhan Negara lainnya. Film ini diangkat dari kisah nyata seseorang yang bernama Top Ittipat yang diperankan oleh Peach Pachara Chirathivat, bagi yang sudah menonton film Thailand berjudul suck seed pasti tahu siapa dia.

Awal cerita dimulai pada saat Top Ittipad masih duduk dibangku SMA pada tahun 2004 dan masih gemar bermain game online dan menghasilkan banyak uang dari game tersebut dari penjualan senjata-senjata digame tersebut. Uang yang didapatkan begitu banyak hingga bisa beli mobil dan hal-hal yang di inginkan seperti Play Station 2, kehidupan top bisa dibilang boros. Karena kegemaran dengan game online dia hingga lupa diri untuk belajar sehingga tidak masuk ke perguruan tinggi negeri sehingga harus masuk universitas swasta. Disisi lain orang tua Top sedangn mengalami masalah finansial dan terlilit hutang sangat banyak namun masih berusaha untuk membiayai biaya Top kuliah tetapi Top menolak. Akhirnya dia bisa kuliah tapi dengan mencuri jimat milik ayahnya dan digadaikan.

Selama perkuliahan Top seperti tidak tertarik dengan kuliah karena dikepalanya hanya terpikirkan bagaimana caranya mencari uang dan menebus jimat milik ayahnya. Suatu ketika Top berjalan-jalan kesebuah pameran dan melihat ada sebuah alat untuk menggoreng kacang kemudian terpikir untuk berjualan kacang. Top lalu menyewa alat tersebut dengan harga 10.000 bath perbulan, disini keberanian Top terlihat. Kemudian dia membuka toko kacang di Mall, disini perjuangan Top dimulai untuk dapat membuat kacang yang enak dia bertanya kepada tukang kacang dijalanan bagaimana caranya membuat kacang yang enak. Namun walaupun dia berhasil membuat kacang yang enak,dagangan tetap tidak laku sehingga membuat Top sedikit frustasi dan mencoba beberapa cara agar tidak laku. Suatu ketika Top berjalan kesebuah pasar tradisional dan mendapatkan beberapa inspirasi seperti memberikan diskon dan lokasi sangat menentukan bisnis.

Kemudian Top bersikeras meminta pindah tempat ke bagian depan Mall dan terlihat bahwa kacang goreng semakin laku keras kemudian ia membuka beberapa cabang, namun usaha tersebut tersendat dikarenakan mesin pembuat kacang goreng tersebut menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup. Setelah itu dia mendapatkan inspirasi untuk membuat rumput laut goreng dan ia membeli beberapa rumput laut namun basi dalam waktu 1 minggu, ini membuatnya bertanya-tanya dan mendatangi professor dibidang pangan untuk menyelesaikan masalah ini. Profesor tersebut berhasil membantu Top membuat makanan agar tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Kemudian tantangan berikutnya adalah Top tidak bisa membuat rumput laut yang enak karena setelah digoreng rasanya pahit. Dia dan pamannya menghabisakan lebih dari 100.000 bath (28 juta) untuk uji coba rumput laut tapi gagal, sampai semua rumput lautnya habis. Dan beberapa tahapan lagi agar sampai akhirnya dia mempunyai pabrik rumput laut dan dijual dilebih dari 40 negara, mempunyai perkebunan rumput laut dikorea selatan serta penghasilan 800 juta bath pertahun. Cerita lengkapnya bisa anda tonton sendiri mumpung sekarang masih tayang di blitz megaplex.

Lalu Inspirasi apa yang didapatkan dari film ini?

Banyak sekali inspirasi yang didapat dari film ini tapi ada beberapa yang sangat memacu semangat saya untuk terus berjuang meraih sukses. Diantaranya adalah kita tidak boleh menyerah dalam menggapai cita-cita serta kerahkan semua apa yang dipunya dan kekuatan yang kita miliki hingga titik darah penghabisan karena dengan begitu sukses semakin dekat dengan diri kita. Kemudian bila anda mendapatkan suatu peluang maka janganlah berkata tidak, cobalah terlebih dahulu dan teruslah berjuang untuk peluang tersebut. Sulit untuk mengungkapkan apa yang terkandung didalam film tersebut sebelum anda menonton sendiri. Ini bukan promosi melainkan hanya himbauan untuk mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga.

Kapan ya indonesia mempunyai film-film berkualitas seperti dinegeri tetangga itu, saya doakan perfilman indonesia semakin bagus dan banyak unsur pendidikan didalamnya. Salah satu bagian yang menarik dari film The Billionaire adalah saat Top sedang menunggu bertemu direksi 7-11 kemudian tertidur, saat tertidur tersebut tiba-tiba ada suara yang ternyata lagu kebangsaan Thailand dan ia berdiri hingga lagu berakhir. Dari sini dapat terlihat bahwa disana masih tinggi jiwa nasionalisme-nya, dan filmpun mengangkat tera tersebut.

2 Guys 600 Pillows


ini saia langsung tau lho klo buatnya di backwards.. tiba2 pengen buat ni video…hahahaaa 😀

T-shirt War


lucu yaaa 😀

happy ied mubarok 1433H :D


Image

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar…Lailahailaallahuallahuakbar..Allahuakbar walilailham…

Takbir yang menyambut Hari Idul Fitri esok hari telah berkumandang dimana-mana malam itu. Saia yang sudah stay di tempat nenek di Magetan dari sore itu sudah duduk manis di samping rumah untuk melihat arak-arakan takbiran yang lewat. Posisi rumah nenek saia sangat pas untuk melihat rombongan takbiran yang lewat. Maklum rumahnya ada di pinggir jalan besar. Jadi gak usah jauh-jauh kalau mau liat takbiran. Tapi ya itu deh resikonya, karena rumah pinggir jalan jam 01.00 pun masih ramai takbiran dan suaran letusan mercon masih jelas terdengar. Itu membuat kami di rumah agak susah tidur. Tapi akhirnya kami memaksakan diri untuk tidur juga mengingat besok harus bangun pagi karena sholat Ied d alun-alun lebih pagi dari sholat Ied di masjid. Biasanya sih tiap malam idul Fitri Saia, adik2 saia, dan sepupu2  saia bermain kartu. Tapi kali ini tidak ada gejolak untuk maen kartu. 

Image

 

Akhirnya pagi pun datang. Wah hari kemenangan telah tiba. Puasa selama sebulan pun tidak terasa telah terlewati. Alhamdulilaah, semoga masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan. Amiienn. Pagi itu pun saia mandi dan karena saia tidak tahu kalau airnya begitu dingin dan terlalu PD tidak menggunakan air hangat, jadi setelah mandi langsung menggigil gak karuan. Wawww lupa kalau cuaca di Magetan itu sangat dingin. Kan bawah pegunungan, gimana gak dingin. Oke setelah itu langsung bergegas mempersiapkan diri untuk sholat Ied, dan berangkatlah ke Alun-alun. Berhubung Dian sedang berhalangan untuk sholat, dia tetap ikut tapi hanya duduk disana. Sholat Ied kali ini kita bareng sama tante Uci. Hmmmm, dari berangkat pun dia terlalu semangat 45 sampai-sampai saia dan mama tertinggal. Sebenernya jalan santai aja juga gak bakalan ketinggalan sholat kok. Toh masih banyak juga orang yang pada baru berangkat. Ya sudahlah tidak apa-apa melatih jalan cepat. 😀 

Image

Setelah selesai sholat saia, Dian, Rani, dan Hafiz seperti biasa pulang belakangan dan kami eksis foto-foto dulu. Sayangnya kami lupa membawa camdig jadi foto seadanya menggunakan BB. Sesampainya d rumah kami masih foto-foto bersama mama juga untuk dikirim ke dady yang merayakan Idul Fitri di Tembagapura sendiri. Kasiannya ya, tapi tak apa lebaran disana lebih menyenangkan kok. Tinggal berkunjung ke setiap rumah pasti hidangannya makan besar. Hahhaaa. Itu yang dicari dady kan, jadi setelah sholat ied dia dan teman-teman kantornya keliling ke rumah teman-teman rumah sakitnya. Katanya sih sangat mengenyangkan. Ya iyalah, hahahahaa. Saia di Magetan setelah pulang sholat ied kami makan nasi kuning buatan nenek lalu seperti biasa melaksanakan acara sungkem2an. Dari yang paling tua. Dimulai dari mama selaku anak pertama lalu adek2nya, dan saia selaku cucu pertama disusul bala tentara lainnya. Nah acara abis sungkem ini ni yang ditunggu-tunggu. Pembagian angpao dari tante-tante. Woowowowoww. Tante Uc dan Tante Retno masih memberikannya padaku. Sungguh sangat pengertian ya. Setelah sungkem di rumah kami melanjutkan acara keliling ke rumah sodara-sodara dan tetangga-tetangga dekat. Dari beberapa yang dikunjungi, saia masih mendapat bagian angpao lho. Yaa Alhamdulilah disyukuri saja. Tidak berharap tapi kan gak boleh menolak rejeki juga :D. Setelah selesai keliling pulanglah kita dengan salam tempel yang lumayan lah, ini bukan sombong hanya sedikit congkak saja pemirsa :p.

Image

Karena ini masih nuansa lebaran, jadi saat kami di rumah banyak menerima tamu yang datang ada dari tetangga, ada dari teman nenek, teman anak2nya, dan masih banyak jenisnya. Saat mala tiba tetangga depan rumah yang tadi pagi saia kunjungi berbalik datang ke rumah, mau sungkem sama nenek, kan tadi nenek gak ikut keliling. Nah ada temen kecil aku, sepertinya temen TK n SD waktu saia sempat sekolah di Jawa karena nunggu si mama ngelahirin Dian n Rani. Sebenernya tiap tahun dia pasti berkunjung ke rumah sih dan selalu bikin pangkling. Dulu masih kecil masih unyu-unyu sekarang dah gede ya dah gak unyu-unyu lagi. Hahahaha. Namanya Prima dia kuliah di Udayana Bali. Saat malamnya ternyata di rumah mati lampu. Tidak lain dan tidak bukan saia eksis di twitter dan membuat status mati lampu sbelum tertidur. Keesokan paginya ada tweet dari primadarma, siapa ya itu. Ternyata Prima depan rumah. Hahahaa ni anak dapet2nya lho twitter saia. Hahahhaa 😀

Image

Setelah 3 hari 2 malam kita di rumah nenek akhirnya balik lagi ke Madiun, karena Hafiz masih ada tugas jadi harus segera dikerjakan sebelum masuk penjara suci lagi tanggal 31. Jadi saia dan Dian naik motor, sedangkan mama, Rani, Hafiz, tante Uci, nenek, dan kluarga dari om bambang naik mobil karena mereka  mau mampir ke rumah saudara nenek yang di Uteran. Tapi karena saia naik motor saia disuruh langsung pulang ke rumah, karena perut saia juga sedang tidak bisa diajak kompromi (biasa lagi bulanan) jadi saia putuskan juga untuk langsung pulang saja. Sesampainya di rumah saia dan Dian membersihkan rumah yang kotor karena debu lalu karena lapar kita masak carbonara spagetti resep dari mbak Putri. It’s so yuuummyy.

Malam harinya ada tetangga depan rumah yang berkunjung ke rumah kami. Sebenernya orang-orang di Madiun ini gak pernah ada yang keliling ke rumah-rumah tetangga, saia juga gak tau kenapa, karena mereka termasuk warga baru , ya mungkin baru 3 tahun di sini jadi dia yang keliling ke tetangga-tetangga. Seharusnya sih demikian kan biar membina silaturahmi antar tetangga, dan jadi lebih kenal. Tapi di sini kebiasaannya kalau setelah lebaran ada halal-bihalal RT nah disaat itulah baru para tetangga saling bertemu. Ya sudah lah ikuti saja aturan mainnya.

Image

Sebenernya saia rindu lebaran di Tembagapura. Kalau lebaran di Tembagapura, setelah sholat Ied, makan dikit di rumah, sungkem keluarga, abis itu pasti kumpul sama temen-temen sekolah dan berkeliling mengunjungi rumah teman dan guru-guru. Berbeda dengan di jawa yang suguhannya hanya kue-kue kecil kalau disana semua yang merayakan lebaran open house makan besar. Jadi setiap berkungjung ke rumah orang pasti ada sate dan lontong, ada lagi yang siomay (biasanya sih Bu Doret yang buat karena asli Bandung tea), ada sate padang yang dari padang, ada mpek-mpek yang dari palembang, jadi aneka makanan bisa di icip deh. Jalan-jalan disana lebih seru, walau gak dapat angpao tapi kenyang dapet makan. Oh ya saat saia disana kebetulan Ayah teman saia Melisa kebetulan juga teman ayah saya yaitu Pak Mahler adalah bos Freeport juga open house, main lah kita kesana dan dapet cidera mata dan yang penting makanannya itu enak-enak juga. Hahahaaa. Sebenernya kenapa idul Fitri dikatakan hari “lebaran”? Mungkin karena saat idul fitri banyak makanan dan orang pada banyak yang perbaikan gizi dan setelah itu mereka ya termasuk saia mungkin, akan terlihat lebih “lebar-an”. Hahahahaaaa 😀

 

Hari keMerdekaan Indonesia 17 Agustus


Image

Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus

Besok tanggal 17 Agustus, Hari kemerdekaan Indonesia yang ke 67 tahun. Waaww ternyata Indonesia telah merdeka selama 67 tahun setelah dijajah sana sini ya. Saia dan adik2 saia bercerita nostalgia tentang acara 17an saat di Tembagapura. Acara 17an di Tembagapura itu sangat meriah, jadi ada paskibra, ada marching band,  dan ada paduan suara. Seperti upacara di istana merdeka Jakarta, di Tembagapura juga ada upacara 17an yang dihadiri oleh pejabat tetinggi Freeport lalu baris2an dari pegawai-pegawai dari macam2 pekerjaan, tentara, dan lain-lain.

 Jadi sebulan sebelum menyambut datangnya 17 Agustus, kegiatan belajar-mengajar di sekolah agak dikurangi untuk latihan-latihan. Selama sekolah di sana saia pernah menjadi Bendera, marching band memegang blira, paskibra dan paduan suara. Sangat menyenangkan kegiatan 17an di Tembagapura. Dian juga pernah ikut Marching band megang senar, paskibra, dan paduan suara. Kalau Rani ni agak elit dikit sama seperti saia dan Dian tapi di marching band dia sempat jadi mayoret karena anak kelas 1 dan 2 gak ada yang pas mau menjadi mayoret jadi saat rani kelas 3 ditarik juga dia jadi mayoret, padahal anak kelas 3 tu gak boleh ikut selain paduan suara, hahahaaa, bejone rek. Kalau Hafiz dia paduan suara dan marching band sebagai gendang. Berhubung dia SMP gak di Tembagapura jadi tidak ikut  merasakan jadi paskibra.

Jadi malam 17an kita bercerita tentang pengalaman masing-masing. Biasa anak 4 klo udah ngumpul pasti nostalgila selama sekolah di YPJ Tembagapura. Nah saat malemnya itu si Rani dan Dian iseng membuka youtube senam irama saia saat kelas 3 SMP. Waduuh rek itu masih jadul abis, saia masih kurus, dan alhasil jadi bahan tertawaan mereka itu. Hmmmm. Bagus yaaa. Ternyata Melisa mengupload senam irama smua kelompok, wawaawww, good jobs guys. 😀

Yaah gak hanya saat 17an aja sih kangen Tembagapuranya tapi kangen semua yang ada disana, lingkungannya dengan banyak orang dari berbagai wilayah dari Sabang sampai Merauke ada juga dari luar negeri, bule-bule yang ramah, cuacanya yang dingin dan tiap rumah ada hitter untuk memanaskan ruangan, pemandangan yang indah seperti kota Eropanya Indonesia (itu kata kepala sekolah SMAN3 Malang yang sempat berkunjung kesana), bangunan-bangunan disana sangat teratur dengan aritektur bangunan luar juga mendukung tambah betah disana . Semuanya yang ada disana membuat kangen. Waktu itu saia pun berat meninggalkan kota Indah itu. Tapi apa boleh buat disana sekolah perusahaan yang serba lengkap fasilitas hanya ada sampai tingkat SMP, lulus SMP kembali ke daerah asal masing-masing.

Sedikit nostalgila saia dengan kota Tembagapura. 

NB : upload fotonya menyusul..lagi dicari…hahaa 😀

SePaTu DahLan, novel Pembangkit sUmingaT


Image

DISADUR DARI BUKU: “SEPATU DAHLAN ISKAN”
 
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
 
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
 
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
 
Seorang yang dekat dengan Tuhan , bukan berarti tidak ada air mata
 
Seorang yang TAAT pada Tuhan , bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
 
Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT
 
Biarlah Tuhan  yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan  TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
 
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
 
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
 
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
 
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
 
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
 
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH  HATIAN
 
Tetap semangat.
Tetap sabar.
Tetap tersenyum..
 
Karena kamu sedang menimba ilmu di “UNIVERSITAS KEHIDUPAN”
 
 menaruhmu di tempatmu” yang sekarang, bukan karena KEBETULAN
 
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
 
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA
 
 
Sepertinya bagus nih klo beli bukunya….yuk mariii  😀